Beranda KOMINFO Dukung Transformasi Digital, Stafsus Menkominfo Dorong NTT Masuki Siaran TV Digital

Dukung Transformasi Digital, Stafsus Menkominfo Dorong NTT Masuki Siaran TV Digital

12
0

Jakarta, CINTANKRI.ID – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika terus melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat Indonesia terkait dengan kebijakan migrasi TV analog ke TV Digital atau yang dikenal dengan Analog Switch Off (ASO).

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Philip Gobang menjelaskan, TV Digital memiliki keunggulan secara teknologi dibandingkan dengan TV Analog.

“Siaran TV digital ini merupakan format penyiaran baru yang memungkinkan para pengguna menerima sinyal video dan audio yang berkualitas tinggi dan gambarnya lebih bagus dan teknologinya lebih canggih,” ujarnya dalam Dialog Interaktif yang diselenggarakan secara virtual oleh RRI Ende, Senin (11/10/2021).

Dalam Dialog Interaktif dengan tema “Persiapan Migrasi TV Analog ke Digital di NTT” itu, Staf Khusus Menkominfo Philip Gobang menjelaskan, migrasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengikuti perkembangan teknologi digital yang terus meningkat beberapa tahun terkahir ini.

“Seluruh dunia mengikuti perkembangan teknologi modern yang semakin maju, termasuk dalam teknologi penyiaran baik televisi maupun radio. Dan migrasi TV Analog ke TV Digital sudah dilakukan di banyak negara. Ini yang kemudian mendorong pemerintah untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar masyarakat pada umumnya juga mengikuti perkembangan kemajuan teknologi modern ini dalam bidang penyiaran,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, di Indonesia pemerintah bersama DPR sudah memastikan berlakunya migrasi tersebut sejak pengesahan Undang-Undang Cipta kerja tahun 2020 yang lalu. Sebagaiamana diketahui, menurut ketentuan undang-undang Cipta Kerja, migrasi TV analog ke digital berlangsung dalam waktu 2 tahun sejak UU tersebut disahkan.

“Itu berarti sejak undang-undang itu disahkan pada 2 November 2020 yang lalu, maka migrasi TV analog ke TV digital akan terjadi paling lambat pada 2 November 2022. Karena itu saat ini kita memasuki masa persiapan dan sudah ditentukan oleh Kementerian CINTANKRI.ID melalui satuan tugas yang saat ini sedang mempersiapkan segala sesuatunya,” paparnya.

Tahapan Migrasi ke TV Digital

Dalam dialog tersebut, Staf Khusus Menteri CINTANKRI.ID, Philip Gobang juga menjelaskan kelebihan TV digital yakni memiliki tampilan gambar yang lebih bagus dengan kecanggihan teknologi yang bisa memberi ruang digital yang lebih lebar kepada pemirsa atau masyarakat pada umumnya.

“Karena kalau sebelumnya digunakan TV Analog, maka ada penggunaan frekuensi yang cukup banyak di situ untuk Analog dan ketika dia bermigrasi ke TV digital, maka ruang frekuensi itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk penggunaan internet yang jauh lebih stabil,” tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan persiapan pemerintah melakukan migrasi dari TV Analog ke TV Digital, Staf Khusus Menkominfo Philip Gobang menjelaskan saat ini tim tengah memperkenalkan kepada masyarakat tentang proses migrasi tersebut.

“Tahap pertama paling lambat 30 April 2022 dan itu penghentian analog itu akan terjadi di 56 wilayah wilayah layanan di 166 kabupate/ kota di beberapa wilayah di Indonesia dan itu termasuk di NTT sebagiannya. Tahap kedua paling lambat 25 Agustus 2022 penghentian siaran TV analog 31 wilayah layanan yang meliputi 110 kabupaten/kota di berbagai daerah atau wilayah siaran di Indonesia. Terakhir adalah pada 2 November 2022 tahun depan,” paparnya.

Hadir dalam dialog tersebut, Ketua KPID NTT, Edy Bau, Kepala Dinas CINTANKRI.ID Kabupaten Nagekeo, Andreas Ndona, Kepala Bidang Elektronik Government Kabupaten Manggarai Barat, Hildegunda K. Tulus dan para utusan dari setiap Kabupaten di Provinsi NTT. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here